Pupuk
organik merupakan pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan
organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses
rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan
organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.
No
|
PUPUK
ORGANIK
|
PUPUK ANORGANIK
|
1
|
Ramah Lingkungan
|
Tidak ramah lingkungan
|
2
|
Memiliki banyak jenis unsur hara
tapi dalam jumlah yang sedikit
|
Memiliki satu jenis unsur hara
tapi, dalam jumlah banyak
|
3
|
Memperbaiki struktur tanah
|
Tidak dapat memperbaiki struktur
tanah
|
4
|
Harga relatif murah
|
Harga relatif mahal
|
5
|
Dapat menambah daya resap air
|
Tidak dapat
|
6
|
Memperbaiki kehidupan
mikroorganisme dalam tanah
|
Tidak dapat
|
7
|
Dapat di buat sendiri
|
Hanya dapat diproduksi oleh pabrik
|
8
|
Dapat menggemburkan tanah dalam
jangka waktu yang lama
|
Penggunaan pada jangka waktu yang
lama akan mengeraskan tanah
|
9
|
Respon terhadap tanaman lambat
|
Respon terhadap tanaman cepat
|
Pupuk cair
adalah pupuk yang berbentuk cairan, dibuat dengan cara melarutkan kotoran ternak,
daun jenis kacang-kacang dan rumput jenis tertentu ke dalam air. Pupuk cair
mengandung unsur-unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan,
kesehatan tanaman. Unsur-unsur hara itu terdiri dari: Unsur Nitrogen (N), untuk
pertumbuhan tunas, batang dan daun. Unsur Fosfor (P), untuk merangsang
pertumbuhan akar buah, dan biji. Unsur Kalium (K), untuk meningkatkan ketahanan
tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.
Pupuk
organik cair selain dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah,
juga membantu meningkatkan produksi tanaman, meningkatkan kualitas produk
tanaman, mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan sebagai alternatif pengganti
pupuk kandang (Sarjana Parman, 2007). Selanjutnya Nur Fitri, Erlina Ambarwati, dan Nasih Widya (2007) menyatakan bahwa manfaat Pupuk organik cair adalah sebagai berikut
:
1.
Dapat
mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun dan pembentukan bintil
akar pada tanaman leguminosae sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis
tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara.
2.
Dapat
meningkatkan vigor tanaman sehingga tanaman menjadi kokoh dan kuat,meningkatkan
daya tahan tanaman terhadap kekeringan, cekaman cuaca dan serangan patogen
penyebab penyakit.
3.
Merangsang
pertumbuhan cabang produksi.
4.
Meningkatkan
pembentukan bunga dan bakal buah, serta
5.
Mengurangi
gugurnya daun, bunga dan bakal buah.
Alat dan bahan yang diperlukan untuk
pembuatan pupuk organik cair :
o
Drum/ember
atau wadah lain untuk membuat pupuk cair.
o
Karung
beras/goni
o
Penutup
drum/plastik
o
Tali
pengikat
o
Batu
untuk pemberat
o
Rumput hijau &
daun-daun hijau
o
Kotoran ternak yang masih segar
o
Tanah yang hidup dan sehat
o
Air
Ø Siapkan wadah (drum atau apa saja, asalkan tidak bocor).
Ø Isilah 1/3 bagian wadah dengan rumput-rumput hijau,
daun-daun hijau, atau rumput laut. (Jangan masukkan cabang atau dahan ke dalam
wadah, karena akan memakan waktu lama untuk membusuk dan memakan tempat.
Ø Isi lagi 1/3 wadah dengan kotoran ternak, kotoran ternak
yang masih segar memiliki lebih banyak nutrisi daripada yang sudah kering.
Ø Tambah 2-3 sekop tanah yang hidup dan sehat.
Ø Isi wadah dengan air hingga penuh.
Ø Tutup wadah agar lalat dan nyamuk tidak masuk ke dalam
dan berkembang biak.
Ø Aduklah pupuk cair menggunakan tongkat 5-10 menit setiap
harinya selama 2 minggu. Hal ini harus dilakukan agar terjadi pertukaran
oksigen dalam wadah.
Penggunaan
pupuk cair, harus dicampur dulu dengan air dengan perbandingan 1: 20. Jika pupuk cair langsung diberikan
tanpa dicampur dengan air dalam jumlah yang banyak, akan mengakibatkan daun dan
akar tanaman terbakar karena konsentrasi dan suhu pupuk yang tinggi. Berikan
pupuk 1 atau 2 kali seminggu untuk sayuran dan tanaman kecil, sedangkan sisa
harinya cukup disiram dengan air saja. Untuk tanaman buah-buahan yang telah
kuat, pemupukan dapat dilakukan 1 atau 2 kali sebulan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar