BOKASHI
(Bahan Organik
Kaya Akan Sumber Hayati)
v Pengertian Bokashi
Bokashi Merupakan pupuk organik (alami) yang berasal dari
bahan seperti sekam padi, jerami padi, semak bunga putih, pupuk kandang dan
sampah organik hasil fermentasi (penguraian) dengan teknologi EM-4.
v Manfaat Pupuk Bokashi
1.
Memperbaiki
struktur tanah dan sifat fisik tanah
2.
Ramah
lingkungan dan dapat memanfaatkan seluruh potensi yang ada di lingkungan pertanian
tersebut.
3.
Meningkatkan
pertumbuhan dan produksi tanaman
v Bokashi
Semak Bunga Putih & Pupuk Kandang
Alat dan Bahan
yang digunakan dalam pembuatan pupuk bokashi semak bunga putih pupuk kandang,
yaitu :
a)
Alat
o
Ember
o
Karung/
terpal
b)
Bahan
o
Feses Ternak yang sudah Kering (Ta,i Hewan) : 50 kg (50
bagian)
o
Semak bunga putih(Cromolaena
odorata) : 25 kg (25
bagian)
o
Dedak jagung atau padi (uk) : 1 kg (1 bagian)
o
Gula air : 20 ml/ 2 sendok makan
o
EM4 : 50 ml/ 5
sendok makan
o
Air secukupnya : 2 liter
Cara Pembuatan :
1. Semak bunga
putih dicincang dengan ukuran 3-5 cm
2. Pupuk kandang
dan semak bunga putih dicampur hingga
merata.
3. Setelah pupuk kandang dan semak bunga putih dicampur
merata, campuran ke duanya ditambah dengan dedak lalu dicampur merata. Campuran
tersebut disimpan sementara.
4. Larutkan EM4
dan gula ke dalam air, pengadukan / pencampuran dilakukan searah
5. Percikan
larutan EM4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan sambil dicampur hingga merata
sampai kandungan air adonan mencapai 30 %. Bila adonan dikepal dengan tangan,
air tidak menetes dan bila kepalan tangan dilepas maka adonan mudah pecah
(megar).
6. Adonan
dimasukan kedalam lubang atau karung (jika lantai tanah dialas dengan daun
pisang mentah), kemudian ditutup dengan rapat selama 4-7 hari,
7. Pertahankan
suhu gundukan adonan maksimum 50 0C. Bila suhunya lebih dari 50 0C,
turunkan suhunya dengan cara dibolak balik, kemudian ditutup kembali dengan
karung goni. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan kegagalan bokashi karena proses fermentasi yang kurang
sempurna Pengecekan suhu sebaiknya
dilakukan setiap 5 – 7 jam sekali.
8. Setelah 4-7
hari bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk
organik.
9. Jika penanganan
yang kurang serius maka dapat menyebabkan gagal bokashi, dimana bahan bahannya
tidak terurai secara merata.
10. Untuk Mengatasinya kita dapat mengulangi dengan mencampurkan lagi EM4 gula dan air
seperti pada langkah pertama pembuatan, kemudian dipercikan lagi pada campuran
pupuk yang ada, jangan lupa tambahkan sedikit dedak sebagai bahan makanan bagi Mikro Organisme pengurai (EM4). Setelah itu ulagi
langkah selanjutnya (Pengontrolan
suhu/pembalikan) hingga 3-4 hari, maka bokashi siap digunakan.
Cara pemakaian :
1.
Jika bokashi baru jadi (Masih panas), terlebih
dahulu diangin-angikan baru digunakan sebagai pupuk.
2.
3
- 4 genggam bokashi (150-200 gram) untuk setiap meter persegi tanah disebar
marata diatas permukaan tanah. Pada tanah yang kurang subur dapat
diberikan lebih.
3.
Untuk lahan tegalan dan sawah.
Penggunaan bokashi untuk setiap meter perseginya adalah sekitar 3-4 genggam
bokashi,kecuali pada tanah yang kurang subur dapat dilebihkan. Bokashi disebar
merata di atas permukaan tanah. Pemberian dapat juga dilakukan dengan cara
mencampur bokashi dan tanah. Hal ini dapat dilakukan pada waktu pengolahan
tanah. Sedangkan pada tanah sawah pemberian bokashi dilakukan saat pembajakan
dan setelah tanaman berumur 14 hari dan 30 hari.
4.
Untuk
tanaman buah-buahan, bokasi disebar merata dipermukaan tanah/perakaran tanaman
dan siramkan 2 mL EM-4 per liter air setiap seminggu sekali.
5. Untuk
pembibitan. Lahan yang akan dijadikan sebagai tempat pembibitan disiram dengan
larutan EM4 dengan dosis 2 ml per liter air. Selanjutnya lahan dibiarkan selama
satu minggu sebelum lahan siap untuk digunakan.
Catatan :
1.
Jumlah
kandungan air adalah merupakan petunjuk. Jumlah air yang perlu
ditambahkan tergantung pada kandungan air bahan yang digunakan. Jumlah
air yang paling sesuai adalah jumlah air yang diperlukan membuat bahan-bahan
basah tetapi tidak sampai berlebihan dan terbuang.
2.
Pupuk Bokashi merupakan pupuk organik sehingga tidak
menimbulkan efek samping atau over dosis jika digunakan dalam jumlah yang
banyak, tergantung ketersediaanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar