Selasa, 15 Juli 2014

Pupuk Bokashi



 BOKASHI
(Bahan Organik Kaya Akan Sumber Hayati)

v  Pengertian Bokashi

Bokashi Merupakan pupuk organik (alami) yang berasal dari bahan seperti sekam padi, jerami padi, semak bunga putih, pupuk kandang dan sampah organik hasil fermentasi (penguraian) dengan teknologi EM-4.

v  Manfaat Pupuk Bokashi

1.      Memperbaiki struktur tanah dan sifat fisik tanah
2.      Ramah lingkungan dan dapat memanfaatkan seluruh potensi yang ada di lingkungan pertanian tersebut.
3.      Meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman

v  Bokashi  Semak Bunga Putih & Pupuk Kandang

Alat dan Bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk bokashi semak bunga putih pupuk kandang, yaitu :
a)      Alat
o   Ember
o   Karung/ terpal
b)      Bahan
o   Feses Ternak yang sudah Kering (Ta,i Hewan)            : 50 kg (50 bagian)
o   Semak bunga putih(Cromolaena odorata)                    : 25 kg (25 bagian)
o   Dedak jagung atau padi (uk)                                        :   1 kg (1 bagian)
o   Gula air                                                                         : 20 ml/ 2 sendok makan
o   EM4                                                                              : 50 ml/ 5 sendok makan
o   Air secukupnya                                                             : 2 liter

Cara Pembuatan :

1.      Semak bunga putih dicincang dengan ukuran 3-5 cm
2.      Pupuk kandang dan semak bunga putih  dicampur hingga merata.
3.      Setelah pupuk kandang dan semak bunga putih dicampur merata, campuran ke duanya ditambah dengan dedak lalu dicampur merata. Campuran tersebut disimpan sementara.
4.      Larutkan EM4 dan gula ke dalam air, pengadukan / pencampuran dilakukan searah
5.      Percikan larutan EM4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan sambil dicampur hingga merata sampai kandungan air adonan mencapai 30 %. Bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak menetes dan bila kepalan tangan dilepas maka adonan mudah pecah (megar).
6.      Adonan dimasukan kedalam lubang atau karung (jika lantai tanah dialas dengan daun pisang mentah), kemudian ditutup dengan rapat selama 4-7 hari,
7.      Pertahankan suhu gundukan adonan maksimum 50 0C. Bila suhunya lebih dari 50 0C, turunkan suhunya dengan cara dibolak balik, kemudian ditutup kembali dengan karung goni. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan kegagalan  bokashi karena proses fermentasi yang kurang sempurna  Pengecekan suhu sebaiknya dilakukan setiap 5 – 7 jam sekali.
8.      Setelah 4-7 hari bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik.
9.      Jika penanganan yang kurang serius maka dapat menyebabkan gagal bokashi, dimana bahan bahannya tidak terurai secara merata.
10.  Untuk Mengatasinya kita dapat mengulangi dengan mencampurkan lagi EM4 gula dan air seperti pada langkah pertama pembuatan, kemudian dipercikan lagi pada campuran pupuk yang ada, jangan lupa tambahkan sedikit dedak sebagai bahan makanan bagi Mikro Organisme pengurai (EM4). Setelah itu ulagi langkah selanjutnya (Pengontrolan suhu/pembalikan) hingga 3-4 hari, maka bokashi siap digunakan.

Cara pemakaian :

1.       Jika bokashi baru jadi (Masih panas), terlebih dahulu diangin-angikan baru digunakan sebagai pupuk. 
2.      3 - 4 genggam bokashi (150-200 gram) untuk setiap meter persegi tanah disebar marata diatas permukaan tanah.  Pada tanah yang kurang subur dapat diberikan lebih.
3.      Untuk lahan tegalan dan sawah. Penggunaan bokashi untuk setiap meter perseginya adalah sekitar 3-4 genggam bokashi,kecuali pada tanah yang kurang subur dapat dilebihkan. Bokashi disebar merata di atas permukaan tanah. Pemberian dapat juga dilakukan dengan cara mencampur bokashi dan tanah. Hal ini dapat dilakukan pada waktu pengolahan tanah. Sedangkan pada tanah sawah pemberian bokashi dilakukan saat pembajakan dan setelah tanaman berumur 14 hari dan 30 hari.
4.      Untuk tanaman buah-buahan, bokasi disebar merata dipermukaan tanah/perakaran tanaman dan siramkan 2 mL EM-4 per liter air setiap seminggu sekali.
5.      Untuk pembibitan. Lahan yang akan dijadikan sebagai tempat pembibitan disiram dengan larutan EM4 dengan dosis 2 ml per liter air. Selanjutnya lahan dibiarkan selama satu minggu sebelum lahan siap untuk digunakan.

Catatan :

1.      Jumlah kandungan air adalah merupakan petunjuk.  Jumlah air yang perlu ditambahkan tergantung pada kandungan air bahan yang digunakan.  Jumlah air yang paling sesuai adalah jumlah air yang diperlukan membuat bahan-bahan basah tetapi tidak sampai berlebihan dan terbuang.
2.      Pupuk Bokashi merupakan pupuk organik sehingga tidak menimbulkan efek samping atau over dosis jika digunakan dalam jumlah yang banyak, tergantung ketersediaanya.

"KerjaMu_Kebahagian Tuhan"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar