Sistem tiga
strata merupakan suatu cara penanaman dan pemangkasan rumput, legumenosa, semak
dan pohon, sehingga hijauan makanan ternak tersedia sepanjang tahun. Pada waktu
musim hujan sebagian besar sumber pakan ternak adalah berasal dari rumput dan legumenosa (sebagai stratum satu).
Sedangkan pada musim kering sebagian besar hijauan makanan ternak berasal dari
semak-semak (sebagai stratum dua) dan pada akhir musim kering, sebagian besar
hijauan makanan ternak berasal dari pohon-pohon (sebagai stratum tiga). Sistem
tiga strata ini pertama kali dikembangkan di Bali oleh Prof. Dr. I Made Nitis .
Satu unit STS, hanya memerlukan luas
lahan 2.500 meter persegi, yang terdiri dari 3 bagian: bagian inti seluas 1.600
meter persegi, bagian
selimut 900 meter persegi, dan bagian
paling pinggir mempunyai keliling 200 meter.
Bagian inti adalah lahan yang
terletak di tengah-tengah unit. Lahan ini tetap ditanami tanaman pangan seperti
jagung, kedele, ketela pohon dsb.
Bagian
selimut adalah lahan yang berada diantara bagian inti dan bagian pinggir. Pada
Bagian selimut ini ditanami rumput seperti king grass, cipelang dan panikum,
serta legumenosa seperti lamtoro, turi dan gamal.
Bagian pinggir adalah bagian paling
luar yang sekaligus menjadi batas keliling dari satu unit STS. Pohon angsana, mahoni dan kabesak ditanam pada jarak 5 meter di
sekeliling unit tersebut. Di antara 2 pohon tersebut ditanami 50 gamal, dan
diantara 2 pohon berikutnya ditanami lamtoro atau akasia vilosa dengan
jarak tanam 10 centimeter.
Ketiga
stratum (lapis) yang ada dalam unit STS, masing-masing punya peran atau fungsi
tertentu yakni Stratum II & III berfungsi sebagai pagar hidup, penahan angin dan dapat menahan laju aliran
air hujan sehingga kesuburan tanah dapat dipertahankan. Stratum satu berperan sebagai lahan penyedia makanan bagi ternak, sehingga
menghalangi ternak merusak tanaman pangan kalau pagar (stratum dua) ditembus
oleh ternak.
Manfaat Sistem Tiga Strata adalah Meningkatkan persediaan dan
mutu hijauan makanan ternak, Menyediakan hijauan sepanjang tahun, Mempercepat pertumbuhan dan
reproduksi ternak, Meningkatkan daya tampung, Meningkatkan kesuburan
tanah, Mengurangi
erosi, Menyediakan
kayu api dan kayu keras
dan Menyediakan bibit untuk perluasan STS serta Menambah
kehijauan dan keindahan lingkungan.