Selasa, 15 Juli 2014

SISTEM TIGA STRATA (STS)



“SISTEM TIGA STRATA”
*      Defenisi Sistem Tiga Strata
      Sistem tiga strata merupakan suatu cara penanaman dan pemangkasan rumput, legumenosa, semak dan pohon, sehingga hijauan makanan ternak tersedia sepanjang tahun. Pada waktu musim hujan sebagian besar sumber pakan ternak adalah berasal dari rumput dan legumenosa (sebagai stratum satu). Sedangkan pada musim kering sebagian besar hijauan makanan ternak berasal dari semak-semak (sebagai stratum dua) dan pada akhir musim kering, sebagian besar hijauan makanan ternak berasal dari pohon-pohon (sebagai stratum tiga). Sistem tiga strata ini pertama kali dikembangkan di Bali oleh Prof. Dr. I Made Nitis .
*      Luas Lahan dan Bagian-Bagian  STS
Satu unit STS, hanya memerlukan luas lahan 2.500 meter persegi, yang terdiri dari 3 bagian: bagian inti seluas 1.600 meter persegi, bagian selimut 900 meter persegi, dan bagian paling pinggir mempunyai keliling 200 meter.
Bagian inti adalah lahan yang terletak di tengah-tengah unit. Lahan ini tetap ditanami tanaman pangan seperti jagung, kedele, ketela pohon dsb.
 Bagian selimut adalah lahan yang berada diantara bagian inti dan bagian pinggir. Pada Bagian selimut ini ditanami rumput seperti king grass, cipelang dan panikum, serta legumenosa seperti lamtoro, turi dan gamal.
Bagian pinggir adalah bagian paling luar yang sekaligus menjadi batas keliling dari satu unit STS. Pohon angsana, mahoni dan kabesak ditanam pada jarak 5 meter di sekeliling unit tersebut. Di antara 2 pohon tersebut ditanami 50 gamal, dan diantara 2 pohon berikutnya ditanami lamtoro atau akasia vilosa dengan jarak tanam 10 centimeter.
Ketiga stratum (lapis) yang ada dalam unit STS, masing-masing punya peran atau fungsi tertentu yakni  Stratum II & III berfungsi sebagai pagar hidup, penahan angin dan dapat menahan laju aliran air hujan sehingga kesuburan  tanah dapat dipertahankan. Stratum satu berperan sebagai lahan penyedia makanan bagi ternak, sehingga menghalangi ternak merusak tanaman pangan kalau pagar (stratum dua) ditembus oleh ternak.

*      Manfaat Sistem Tiga Strata
Manfaat Sistem Tiga Strata adalah Meningkatkan persediaan dan mutu hijauan makanan ternak, Menyediakan hijauan sepanjang tahun, Mempercepat pertumbuhan dan reproduksi ternak, Meningkatkan daya tampung, Meningkatkan kesuburan tanah, Mengurangi erosi, Menyediakan kayu api dan kayu keras dan Menyediakan bibit untuk perluasan STS serta Menambah kehijauan dan keindahan lingkungan.
*      Cara Pemotongan
*      Musim penghujan : sebagian besar tanama  stratum satu
*       Pertengahan musim kemarau : sebagian besar  tanaman stratum dua
*      Akhir musim kemarau : sebagian besar tanaman stratum tiga
  

PUPUK CAIR ORGANIK





*      Defenisi Pupuk Organik
Pupuk organik merupakan pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.
*      Perbedaan Pupuk Organik dan Anorganik
No
PUPUK ORGANIK
PUPUK  ANORGANIK
1
Ramah Lingkungan
Tidak ramah lingkungan
2
Memiliki banyak jenis unsur hara tapi dalam jumlah yang sedikit
Memiliki satu jenis unsur hara tapi, dalam jumlah banyak
3
Memperbaiki struktur tanah
Tidak dapat memperbaiki struktur tanah
4
Harga relatif murah
Harga relatif mahal
5
Dapat menambah daya resap air
Tidak dapat
6
Memperbaiki kehidupan mikroorganisme dalam tanah
Tidak dapat
7
Dapat di buat sendiri
Hanya dapat diproduksi oleh pabrik
8
Dapat menggemburkan tanah dalam jangka waktu yang lama
Penggunaan pada jangka waktu yang lama akan mengeraskan tanah
9
Respon terhadap tanaman lambat
Respon terhadap tanaman cepat

*      Pupuk Cair 
Pupuk cair adalah pupuk yang berbentuk cairan, dibuat dengan cara melarutkan kotoran ternak, daun jenis kacang-kacang dan rumput jenis tertentu ke dalam air. Pupuk cair mengandung unsur-unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, kesehatan tanaman. Unsur-unsur hara itu terdiri dari: Unsur Nitrogen (N), untuk pertumbuhan tunas, batang dan daun. Unsur Fosfor (P), untuk merangsang pertumbuhan akar buah, dan biji. Unsur Kalium (K), untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.
*      Manfaat Pupuk Cair
Pupuk organik cair selain dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, juga membantu meningkatkan produksi tanaman, meningkatkan kualitas produk tanaman, mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan sebagai alternatif pengganti pupuk kandang (Sarjana Parman, 2007). Selanjutnya Nur Fitri, Erlina Ambarwati, dan Nasih Widya (2007) menyatakan bahwa manfaat  Pupuk organik cair adalah sebagai berikut : 
1.      Dapat mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun dan pembentukan bintil akar pada tanaman leguminosae sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara. 
2.      Dapat meningkatkan vigor tanaman sehingga tanaman menjadi kokoh dan kuat,meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, cekaman cuaca dan serangan patogen penyebab penyakit. 
3.      Merangsang pertumbuhan cabang produksi. 
4.      Meningkatkan pembentukan bunga dan bakal buah, serta 
5.      Mengurangi gugurnya daun, bunga dan bakal buah. 
*      Cara Pembuatan     
Alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan pupuk organik cair :
*      Alat
o   Drum/ember atau wadah lain untuk membuat pupuk cair.
o   Karung beras/goni
o   Penutup drum/plastik
o   Tali pengikat
o   Batu untuk pemberat
*      Bahan
o   Rumput hijau & daun-daun hijau
o   Kotoran ternak yang masih segar
o   Tanah yang hidup dan sehat
o   Air
*      Prosedur Kerja
Ø  Siapkan wadah (drum atau apa saja, asalkan tidak bocor).
Ø  Isilah 1/3 bagian wadah dengan rumput-rumput hijau, daun-daun hijau, atau rumput laut. (Jangan masukkan cabang atau dahan ke dalam wadah, karena akan memakan waktu lama untuk membusuk dan memakan tempat.
Ø  Isi lagi 1/3 wadah dengan kotoran ternak, kotoran ternak yang masih segar memiliki lebih banyak nutrisi daripada yang sudah kering.
Ø  Tambah 2-3 sekop tanah yang hidup dan sehat.
Ø  Isi wadah dengan air hingga penuh.
Ø  Tutup wadah agar lalat dan nyamuk tidak masuk ke dalam dan berkembang biak.
Ø  Aduklah pupuk cair menggunakan tongkat 5-10 menit setiap harinya selama 2 minggu. Hal ini harus dilakukan agar terjadi pertukaran oksigen dalam wadah.

*      Penggunaan Pupuk Cair
Penggunaan pupuk cair, harus dicampur dulu dengan air dengan perbandingan  1: 20. Jika pupuk cair langsung diberikan tanpa dicampur dengan air dalam jumlah yang banyak, akan mengakibatkan daun dan akar tanaman terbakar karena konsentrasi dan suhu pupuk yang tinggi. Berikan pupuk 1 atau 2 kali seminggu untuk sayuran dan tanaman kecil, sedangkan sisa harinya cukup disiram dengan air saja. Untuk tanaman buah-buahan yang telah kuat, pemupukan dapat dilakukan 1 atau 2 kali sebulan.